Notes On

Wednesday, September 5, 2007

Puisi Pagi Tentang Pergi

Akan kukirim puisi untukmu, tentang hutan penuh sulur rotan dan kayu melintang yang menjadi tua dan tersandar anggun di bahu kelebatan memang tanpa macan tapi suramnya menggetarkan.
tentang sungai, tentang perbukitan alang tempat aku dibesarkan. Sebuah kampung bernama Ifar Gunung. Tentang halaman rumput yang terbentang luas di depan rumah tempat ibu mengelantang pakaian. Ya, di sana jemuran masa kecilku akan bercerita.
Tentang bunga berwarna biru cerah yang mekar di Kurima, kampung di kaki Puncak Jaya.
Akan kutulis untukmu, senja di Kaimana, atau di Ayau. Tentang bunga karang yang tumbuh di bawah rumah.
Akan kutulis cerita untukmu.

3 comments:

  1. adakah senja disana seindah puisita kakak? undanglah beta nanti ke sana ya...

    ReplyDelete
  2. senyap lima kali pagi
    padahal kusiapkan perigi
    tuk memamah setiap puisi
    dan kuusapkan ke mahdi
    ku.

    ReplyDelete