Notes On

Wednesday, May 19, 2021

Mazmur 151

aku mau bermazmur, mazmur tentang mekar mawar

dan perjalanan hujan. tentangmu. 


Darimu,

ada senantiasa  yang mengalir

Terus hadir :

Meski malam kelam pekat terbentang

Kebaikan kesetiaanmu pasti tiba. Sepasti fajar. 

Padamu 

ada yang tak bisa ditunda.

Seperti terang datang bersama matahari,

Tak terkalahkan, tak bisa dihalangi

Sepasti ' jadilah petang, jadilah pagi,'

tak perduli musim berganti.

cahaya wajahmu mengawal hari-hari kami.

Kehidupan kau perintahkan mengalir

Mengairi hidup kami

kun faya kun!

bukan sulap, bukan iklan: 'mawar!' seru orang

takjub. 

Seperti bunga di ujung peluk kuntum

demikian kebaikan dan kesetiaanMu

Saling memeluk dan merayakan

Sedang kami baru akan mawar

Ketika kehidupanMu mengantarkan mekar

Semarak kami datang dari genggam anugerah.


Aku mau bermazmur

Tentang mekar mawar tentang perjalanan hujan.


Padamu ada perjalanan 

memaknai arti tak terlihat

seperti laut didihkan langit, 

hidup merangkak: dari uap air, jadi hujan, 

mengerjakan tumbuh bagi benih. 

memaknai luka dan meringkuk dalam harap

seperti benih membutuhkan retak, untuk tumbuh tanpa suara. 

derita membuka jalan: aku menjadi

diri sendiri pada waktu dan musimnya.


Padamu perjalanan 

adalah menuju latar belakang

seperti langit malam

yang membuat bulan dan bintang jadi terang

dan kembang api sebuah perayaan

mendapat decak kekaguman

Padamu perjalanan adalah memberi

bukan karena mati dan tanpa daya,

tapi memilih untuk menyerahkan kepentingan diri sendiri:

menjadi semakin kecil, semakin tak dikenal

semakin melebur, membuat orang lain tumbuh subur.

mewujud dari melebur, remuk dan hancur. 


Aku mau bermazmur tentang kita. Perjalanan kita.

Engkau terus mengalir terus hadir

menelusur perjalanan,melintasi musim kehidupan

Tak terhalangi dalam memerintahkan anugerah

Demi anugerah

Mengawal hari-hari kami

teguh dalam setia, entah kupahami, entah tidak


Aku mau bermazmur

Mazmur perjalanan kita

Seumur hidup akan kunyanyikan:

kebenaran tentang hadiratMu

Yang tak terdustakan.


Engkau terus hadir, senantiasa mengalir

demikian KesetiaanMu, KemurahanMu

Mengawal keliaran hingga pemberontakan,

dusta hingga pengkhianatan

luka dan pedih yang ditorehkan ketidaksabaran

dalam kelam kefanaan

Engkau menunggu dan menyerahkan

Mengangkat dan meneguhkan

Di sepanjang perjalanan

Membungkusnya dengan kehidupan

Memenuhinya dengan anugerah.


Seumur hidup akan kunyanyikan

Mazmur perjalanan hujan dan mekar mawar

Perjalanan cinta kita.


November 2016