Notes On

Friday, March 7, 2008

Manggigil*)

Batu di ombak itu,
menunggu di pantai tanpa angin,
memaku mata pada laut yang tak mengalun
sambil mengunyah waktu
dan pada lembah-lembah hari
Duka memanggilnya dari pucuk kering pohonan
jadi helai angin

Batu ombak itu,

mata bermuara tanya:
Kenapa
kepiting bunting
Berendam tenang di sekujur lukanya


Yang diam di ombak itu
dipeluk hidup karang sebelum jadi pasir.
adalah bongkah duka
lupa pada namanya,
yang tanya di mata : " kenapa kelu?"
terbahak-bahak melihat 
pilu riang bermain gelombangpantai berangin, laut mengalun
 

batu ombak itu
telah menjelma aku
kedalaman,
adalah ketenangan yang ganjil.
Sedih yang menggigil

Manggigil = menggigil (Maluku)

March, 2008

No comments:

Post a Comment