Notes On

Tuesday, August 9, 2011

Tu sais je vais t'aimer

Saya mulai menulis lagi. Saya tahu alasannya.
Saya percaya masa lalu tidak punya cukup kekuatan untuk meremukkan kita, juga kesalahan yang "pernah".


Tu sais je vais t'aimer,
même sans ta presence je vais t’aimer,
même sans espérance je vais t’aimer,
tous les jours de ma vie

Dans mes poèmes j’ écrirai,
c’est toi que j’aime
C’est toi que j’aimerai,
tous les jours de ma vie

Tu sais je vais pleurer
quand tu t’éloignera je vais pleurer
Mais tu me reviendras et j’ oublierais
La douleur de m’ennui

Tu sais je souffrirais
A chaque instant d’attendre je souffrirais
Mais quand tu seras lá je renetrai
Tous les jours de ma vie


ini terjemahan  versi free translation dari bahasa Inggris

Kau tahu aku mencintaimu,
bahkan dalam ketidakhadiranmu kucintai kau,
tanpa harap, aku mencintaimu
sepanjang hidupku


pada puisi yang kutulis,
tergurat dirimu
bahwa dirimu yang kucintai
sepanjang hidupku

Kau tahu airmataku merebak
aku menangis ketika kau pergi
tapi tiap kali kau kembali
terhapus lagi perih kesendirian

Kau tahu aku merana
Di tiap tunggu aku merana
tapi ketika kau hadir aku bahagia
setiap kali sepanjang hidupku












Friday, November 19, 2010

Kisah Prau, Angin dan Bulan

ini catatan tentang perjalanan ke Skouw Mabo. Tientang ranjang penuh pasir, diterbangkan angin menembus pilah-pilah dinding rumah yang terbuat dari pelepah sagu.atau bahan lain, entahlah. tidak penting lagi kini.
tapi ranjang berpasir itu, dan angin yang menerbangkannya sesekali berkelebat di sudut mataku.

@ami, ilo: my beloved ones.

padaku pernah singgah: sebuah bodi*
yang dicungkil dariku adalah harap.yang dipasak dalamku: kau
kesedihan menoreh karang, 
selalu hampir membuat langkah karam.
begitu hampir, hingga telah lama tak lagi kutahu asal pasir di atas ranjang.

adakah angin sakal, bawa butir pasir dari pantai asing
atau jejak diri yang pergi menelusur pantai
menganyam angin
niscaya: layar koyak jadi sayap, aku terbang.

padaku: sebuah rumah
tanpa tirai, kini dengan jendela terpentang
malam-malam pada waktu angin bisa dianyam jadi buaian,
penuh pasir,penuh desir, kupasrahkan diri ditelan bulat bulan.

lalu terbang. 
menemuimu di bawah cemara.

*bodi, jenis perahu yang terbuat dari kayu utuh, yang dilubangi. umum di daerah sultra.

makassar 2009

Thursday, October 21, 2010

August 27,10

kita adalah diam yang tak terseberangi. indahnya!

hanya kami hingga siang ini: diriku dan diriku. menunggumu

kau temukankah sepenggal diriku, dalam matamu?

Inilah yang mempertegas jarak kita: kemampuan memandang. Aku membutuhkanmu untuk membacakan naskah yang ditulis waktu.

time never heals, but somehow helps you overcome the bleeding problems..

diam kita makin surut ke laut, teluk penuh dengan sepi. sebentar lagi tsunami.

baru saja: kau melintasi rinduku, jejaknya dalam. seperti perempuan: bolong. itu aku. lalu sepi mencabut gigi-giginya: ompong. itu waktu.

Monday, October 18, 2010

Sore Merah Seperti Teh

musik menjemput larik-larik ini, dari jalan panjang kenangan tentang lhokbon di waisai, dan thalasa yang menyimpan manado tua di berandanya.
kukirim kepadamu, kekasih yang membawa punggungnya terus menjauh dariku.

untuk dinyanyikan:

hanya ada angin jemu
dan sore yang merah
seperti teh
ketika buah bakau jatuh dan pecah
cinta bertolak dari dermaga
ke duanya menuju entah
mencari tempat tumbuh
tempat berlabuh.

tentang kita:
meski atas nama singgah
cinta tak pernah salah
ketika tiba di dermaga

2010

Tuesday, September 28, 2010

Sajak Mesin Jahit

catatan tetang Mesin Jahit

tidak kusimpan gambar ibu, sepotongpun di seluruh rumahku. Rumah dimana aku dipanggil ibu, oleh anak-anakku. tapi di rumahku ada mesin jahit yang tidak pernah melarikan benang dan jarum di atas kain, dan di ujung-ujungnya ada jemari mengapit.

seperti yang ada di rumah ibu. jerrr, jerrrrrrrrrr, jerrrrrrrr bunyinya kuingat.

jerrrrrr, jerrrrrrrrr, jerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, nyanyi mesin mengiring senandung ibu

ketika waktu ia himpit hati-hati dengan cinta, setelah mengukur kain lalu menjahitkan baju, juga menyiapkan kartu untuk ulang tahunku. mesin jahit di rumahku mengelim waktu yang senyap, ketika kusiapkan pesta ulangtahun lewat telepon untuk si bungsu,
sayup mesin jahit ibu terus berbunyi di dalam darahku, meski terhimpit waktu.

kuingat jerrrrrrrrr, jerrrrrrr, jerrrrrrrr cinta ibu

lama sejak kuletakkan gagang telpon mesin itu tidak berhenti: Jerrr, jerrrrrrrr, jerrrrrrrr. Mengejar. Kali ini ia berbunyi, sebagaimana mesin seharusnya berbunyi. tanpa tanganku menjepit waktu di kedua ujungnya. Jerrrr, jerrrrrrr, jerrrrrrrr. Ibu menjahitkan cintanya ke tubuhku.

kelim dasarnya belum kelar: Jerrrrr, jerrrrrrrr, jerrrrrrr.

Ben's Birthday 2008

Tentang Hujan

bukan hujan itu benar yang memikatku
tapi setelah itu, setelah hujan,
bening di ujung rumput dan daunan seperti benih di ujung cumbu
kita duduk saling peluk menghirup bau tanah,
sebagaimana kita, sehabis hujan: basah

mengingatkan pada kubur, pada umur
cinta kita, termaterai sekuat maut.

2010

Sunday, September 19, 2010

Kuseru Dirimu

:ami

kuseru dirimu 
ketika mata nanar menatap bias cahaya, 
'mari menggarami luka. 
kita akan menggeliat, dan waktu perih jatuh satu-satu: 
sedang kita hitung bahagia. 
kita mahfum, tanpa mempercakapkan rindu.'

2010