*to my beloved ones, who share the same undefeatable Spirit, tracking down the sowers' path..
When a woman in a certain African tribe knows she is pregnant, she goes out into the wilderness with a few friends and together they pray and meditate until they hear the song of the child. They recognize that every soul has its own vibration that expresses its unique flavor and purpose. When the women attune to the song, they sing it out loud. Then they return to the tribe and teach it to everyone else.
When the child is born, the community gathers and sings the child's song to him or her. Later, when the child enters education, the village gathers and chants the child's song. When the child passes through the initiation to adulthood, the people again come together and sing. At the time of marriage, the person hears his or her song. Finally, when the soul is about to pass from this world, the family and friends gather at the person's bed, just as they did at their birth, and they sing the person to the next life.
In the African tribe there is one other occasion upon which the villagers sing to the child. If at any time during his or her life, the person commits a crime or aberrant social act, the individual is called to the center of the village and the people in the community form a circle around them. Then they sing their song to them.
The tribe recognizes that the correction for antisocial behavior is not punishment; it is love and the remembrance of identity. When you recognize your own song, you have no desire or need to do anything that would hurt another.
A friend is someone who knows your song and sings it to you when you have forgotten it. Those who love you are not fooled by mistakes you have made or dark images you hold about yourself. They remember your beauty when you feel ugly; your wholeness when you are broken; your innocence when you feel guilty; and your purpose when you are confused.
You may not have grown up in an African tribe that sings your song to you at crucial life transitions, but life is always reminding you when you are in tune with yourself and when you are not. When you feel good, what you are doing matches your song, and when you feel awful, it doesn't. In the end, we shall all recognize our song and sing it well. You may feel a little warbly at the moment, but so have all the great singers. Just keep singing and you'll find your way home.
www.alancohen.com
Showing posts with label Other. Show all posts
Showing posts with label Other. Show all posts
Wednesday, September 8, 2010
Tuesday, August 31, 2010
Rahasia Yang Terselubung
terjemahan
(The Secret Within
By: Roger Chauvette )
Namaku takut
Jangan keliru
Aku parasit yang membangun rumah dalam
Rasa bimbang pun amarah dan sakit
Bagian terbaik adalah kau menampungku
Bahkan ketika dirimu menolak untuk percaya bahwa aku ada di sana.
Sediakan bagiku segala yang kuperlu
Dan aku akan mengendalikan hidupmu.
Aku bersekutu dengan rasa tertolak
Yang ahli menjajah hati,
Mengubah cemas menjadi ragu
Mengolah peristiwa jadi malapetaka ketika hadapi
cercaan yang datang dari dalam, dari diri sendiri
Hingga akhirnya si tuan rumah
adalah korban tak berdaya
Tak lagi si perkasa yang busung dada
Jiwa yang tak tertolong, tak berpengharapan
Berdiam dalam derita yang mengelana
Tak mampu jadi bagian dari seseorang atau pun sebuah tempat
Tapi yang terburuk: menolak diri, dirinya sendiri.
Beranjak dari ruangan pergi tidak karena alasan lain selain tertekan
Dan mungkin saja..putus asa.
Apakah dirimu mulai dihinggapi rasa takut?
Sudahkah segala harap dan angan-anganmu teracuni
telah sampaikah kita di titik di mana kau terintimidasi?
Ayolah, bawa aku pulang bersamamu.
Akan kuperkenalkan kau dengan anak-anakku yang bakal lahir.
Bersama-sama kami akan meluluhlantakkan dirimu.;
Meyakinkanmu bahwa tidak perduli apapun daya upayamu
Semua itu tidak akan, tak akan pernah , merubah keadaan menjadi baik.
Dan lebih lagi
Tindakan-tindakanmu, akan merengut orang-orang yang kau sangka teman
Orang-orang yang dalam rasa frustasi akan mencampakkanmu
Atau dengan cara yang berbeda memperlakukanmu
Oh betapa aku akan bersukaria dan berkubang
Dalam ketidakmampuanmu memutuskan rantai
Yang telah kubantu kau membuatnya,
dalam keterpasunganmu -yang aku sebagai tukang pasung-
Telah memasangnya ke kakimu.
Tidak perduli kau kemana
Tidak perduli apa yang kau karsa
Tak akan pernah kau sanggup menangkapku ketika kau berlari,
Karena aku hidup di dalam pikiranmu
Tempat yang atas persetujuanmu aku tempati.
Aku pun tak akan bergegas meninggalkanmu
Selama kau terus menerimaku;
Menjamuku dengan rasa cemas dan ketidak-sempurnaan;
Membiarkanku mendamparkan keraguan pada niat baik semua orang
Bahkan mengacaubalaukan rencana-rencana terbaikmu sendiri.
Lihatlah, aku telah kehilangan hati untukmu
tak perduli dengan kebutuhanmu
Karena telah kau anugerahkan padaku sebuah kehidupan yang sepenuhnya kukuasai
Mengundangku menjadi tuan atasmu
Jadi mengabdilah dan senangkan diriku
Dan merataplah di wilayah kebergantungan yang kau bangun.
Berhenti melihat ke kakiku!
Jangan perdulikan bahwa lutut-lututku semua berbalut perban dan bengkak.
Kelemahan seperti itu tidak perlu kau risaukan.
Jangan mau beri telinga dan percaya omongan teman-temanmu!
Jangan terbujuk untuk mau ikut berbahagia dengan segala kebaikan di sekitarmu!
Tolak mentah-mentah segala karunia, talenta yang diberikan Tuhan kepadamu
Sangkali dorongan yang datang di malam hari untuk berjalan di atas air,
melakukan sesuatu untuk membuka pintu mujizat;
Karena itu semua akan membalikkan mantra yang telah kurapalkan
Karena itu akan mengembalikanku ke sini ke kelicikan dan gambaran diriku
Dimana aku akan ditinggalkan teronggok lemah
Perlahan mengabur, lisut, menciut
Dan suatu ketika bersama berjalannya waktu
Aku akan mulai pudar
Dan perlahan
Menghilang.
Subscribe to:
Posts (Atom)